Bupati Majalengka, H Sutrisno SE MSi membuka musyawarah rencana pembangunan daerah (Musrenbangda) tahun 2010 di Gedung Yudha Setda Majalengka, kemarin (2/4). Musrenbangda merupakan salahsatu program rutin setiap tahun yang harus dilaksanakan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Majalengka, Drs H Dede MM menyebutkan, musrenbanda merupakan program rutin sesuai dengan undang-undang (UU) Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan nasional. Juga, didasarkan pada Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 72 tahun 2006 tentang tatacara pembangunan daerah.
Disebutkan Dede, ada empat bidang yang dibahas dalam musrenbangda kali ini. “Empat bidang yang dibahas dalam musrenbangda tahun 2010 ini adalah bidang sosial, ekonomi, infrastruktur dan pemerintahan,” kata Dede di hadapan ratusan peserta musrenbangda di Gedung Yudha Setda Majalengka.
Sementara itu, Bupati H Sutrisno SE MSi menyatakan, berbagai program pembangunan provinsi bakal dilaksanakan. Diantaranya pembangunan jalan tol Cikacir, tol Cisunjati dan bandara internasional di Kertajati. Potensi SDM yang dimiliki sangat kompetitif dengan penduduk Kabupaten Majalengka mencapai 1,2 juta jiwa.
Dia mengakui bahwa saat ini daya beli masyarakatnya masih rendah. Begitu pula dengan tingkat pendidikan yang masih dibawah wajardikdas dan angka kemiskinan yang cukup tinggi. Ditegaskan dia, saat dirinya bersama Wabup Drs H Karna Sobahi MPd diberikan kepercayaan memimpin Kabupaten Majalengka, bertekad untuk dapat mengejar ketertinggalan itu dan menjadi lebih baik lagi.
Lebih lanjut Sutrisno berharap dapat terus mengembangkan potensi yang ada, baik SDM dan tata pemerintahan menuju birokrasi yang reformasi dan transparan. “Kami ingin memiliki birokrat yang lebih profesional,” ujar Sutrisno sebelum membuka musrenbangda.
Dalam musrenbangda yang dihadiri Dandim 0617 Letkol CZI M Moksit, dihadiri pula utusan dari kabupaten tetangga. Diantaranya dari Sumedang, Subang, Kuningan dan Cirebon dan Indramayu.







